Pada tanggal 16 juni 1996 tepatnya di gunung sugih
lampung tengah saya dilahirkan, dan setelah itu saya di beri nama safarudin.
Mungkin karena saya lahir di bulan safar dalam kalender hijriyah, maka saya
diberi nama safarudin. Saya adalah anak ke dua dari dua bersaudara, saya
mempunyai seorang kakak laki – laki yang sangat sayang pada saya. Dan tentunya
saya juga memiliki ayah dan ibu yang selalu menjaga, menyangi dan mendidik
saya, Ibu saya suku jawa yang sudah lama menetap di lampung dan ayah saya suku
padang atau minang, bisa dikatakan saya ini blasteran jawa padang + lampung
karna saya lahir di lampung.
Sejak masih balita saya hanya hidup dengan ibu dan
kakek saya di lampung, ayah saya pergi merantau dengan kakak saya ke kalimantan
sejak saya masih kecil. Ketika saya hampir
berumur tiga tahun ayah saya pulang dari rantau untuk menengok sekaligus
membawa saya dan ibu saya ke kalimantan, di kalimantan kami tinggal sampai saya
meninginjak kelas 1 sd. Setelah kenaikan kelas saya dan ibu saya kembali ke
tanah kelahiran saya di lampung, jadi hidup saya berpindah pindah. Setelah bersekolah
di lampung hingga kelas 6 sd semester 1,
saya dan keluarga kembali meninggalkan lampung untuk merantau ke daerah timur
indonesia tepatnya di halmahera timur maluku utara. Disana saya memulai kelas 6
sd sebagai murid baru dan menetap di maba nama desa yang saya tinggali, hingga
saya kelas 1 smp. Lambat laun setelah dua tahun di maba, saya beserta keluarga
kembali pindah ke halmahera selatan tepatnya di bacan nama daerah yang masih
masuk dalam gugusan pulau pulau di maluku utara. Saya menghabiskan waktu smp
hingga sma di bacan, untung stelah itu saya sudah tidak pindah pindah kemana
lagi. Capek rasanya kalau sebentar bentar pindah kesana sini, tetapi wajar
sajalah bagi orang rantau, mencari tempat yang cocok untuk berwiraswasta apalagi
ayahku yang bersuku minang. Orang minang kan terkenal akan kelihaianya dalam
berusaha, mungkin itu sebab sehingga hidup kami berpindah pindah. Jadi kalau
dihitung hitung saya sudah pernah merasakan 3 sekolah dasar yang berbeda, 2
sekolah menengah pertama dan 1 sekolah menengah kejuruan. Di smk saya mengambil
jurusan Tekhnik Komputer dan Jaringan, jurusan yang paling saya idam idamkan
dari masa smp. Sejak saya smp hingga smk, saya menghabiskan waktu ketika libur
datang dengan mengikuti ayah saya berjualan di pulau pulau. Mungkin ini adalah
pendidikan di luar sekolah yang saya dapatkan dari ayah saya agar saya handal
dalam berwirausaha, ya karna saya juga mewarisi darah ayah saya yang seorang
pedagang. Setelah saya lulus smk, saya
disarankan ayah saya untuk melanjutkan usaha keluarga yang telah berjalan sejak
lama, tetapi saya menolak karena alasan tidak mau menjadi seorang wirausaha
seperti keluarga dan saudara saudara saya yang lain, setidaknya saya ingin
melanjutkan kejenjang selanjutnya dan tidak berhenti sampai bangku smk saja.
Karna dalam keluarga serta saudara saudara saya, semuanya hanya beralas ijazah
sd dan yang paling tinggi hanya smp saja. Makanya saya inggin membuat perubahan
dalam garis keluarga saya, saya inggin melanjutkan pendidikan tekhnik komputer
saya hingga jenjang perguruan tinggi dan seterusnya. Tetapi keputusan saya
ditolak oleh ayah saya dan terjadilah perdebatan hingga saya merasa tertekan
dan memilih untuk kembali pulang ke kampung halaman saya dilampung tempat kakek
saya berada, jadi setelah kelulusan pada tahun 2014 saya banyak menghabiskan
waktu saya di kampung halaman. Setidak tidaknya saya menunggu wahyu yang akan
diturunkan Allah pada saya, ternyata selama saya dilampung banyak pelajaran
yang saya dapatkan setelah saya di kampung. Fikiran saya mulai berjalan dengan
sendirinya, menghabiskan waktu kurang lebih satu tahun untuk memntapkan
keingginan saya untuk melanjutkan pendidikan saya. Ternyata Allah memberikan
petunjuk pada saya, setelah 3 tahun lamanya saya menekuni tekhnik komputer di
smk saya merubah haluan dan berbelok ingin terjun ke dunia hukum untuk
memperbaiki hkum di negeri yang kacau ini. Saya memantap dan bulatkan tekad
saya untuk inggin kuliah, tidak lama kemudian saya menghubungi keluarga saya di
maluku bahwa saya inggin kuliah.
Saya berkata “setuju tidak setuju saya akan kuliah”, kemudian saya diminta untuk kembali ke maluku untuk mendiskusikan keinginan saya untuk kuliah. Butuh waktu bebera bulan ketika saya dimaluku untuk meminta restu pada pada ayah saya, tetapi masih tidak di berikan. Akhirnya ibu dan kakak saya serta keluarga saya yang lain mendukung saya untuk kuliah dengan syarat harus sungguh sungguh ketika berkuliah, akan tetapi hanya ayah saya saja yang tidak menyetujinya. Ketika bulan juni kemarin saya mengkuti ujian SBMPTN di ternate maluku utara, tetapi setelah saya tunggu – tunggu hasil SBMPTNnya saya tidak lulus. Akhirnya saya tetap berusaha agar bisa berkuliah di perguruan tinggi melalui jalur yang lain. Sambil menunggu pendaftaran jalur mandiri dibuka saya ketika bulan ramadhan kemarin menemani ibu saya untuk pulang ke kampung halaman dan berlebaran disana. Sekalian menunggu sampai waktu pendaftaran di perguruan tinggi di indonesia dibuka dan berlebaran di kampung halaman. Tujuan tempat untuk saya berkuliah hanya satu, yaitu dimalang karna dibalik tekad saya untuk menuntut ilmu ada peran seorang wanita yang akan saya kejar dan cari dimalang ini. Yaitu wanita yang membuat saya jatuh hati di tanah maluku sana yang sedang menuntut ilmu dimalang, dia adalah sosok pemberi semangat yang bisa saya dapatkan dari orang lain diluar keluarga saya. akhirnya waktu yang saya tunggu - tunggu telah tiba, saya memantapkan hati dan mendaftar melalui jalur mandiri di Universitas Muhammadiyah Malang melalui online. Registrasi serta biaya pendaftaran semua sudah selesai dan hanya tinggal menunggu hari ujian dilaksanakan, sambil meunggu hari ujiannya, saya bersiap – siap untuk menempuh lembaran baru di dunia pendidikan yang lain. Dan mempersiapkan segala modal fisik dan mental, dan hari ujian bagi gelombang dua akan dilaksanakan, jadi 4 hari sebelum ujian saya sudah terbang ke kota malang untung menempuh pendidikan dan mencari wanita pujaan saya di malang ini. Setelah saya sampai dimalang saya mengobservasi tempat yang strategis dan suasana yang bagus, setelah beberapa hari disini akhirnya saya mempersiapkan diri untuk ujian yang akan digelar keesokn harinya. Setelah saya mengikuti ujian dan menunggu selama kurang lebih 1 minggu, akhirnya hari pengumuman tiba dan saya Alkhamdulillah lulus dan berhasil masuk di UMM fakultas Hukum jurusan Ilmu Hukum. Saya sangat bersukur sekali bisa kuliah dimalang ini agar 2 tujuan sekaligus saya bisa berhasil, yaitu karna Ilmu dan wanita. Akhirnya penantian selama setahun sejak kelulusan saya terkabulkan, berhasil kuliah dan bisa selangkah lebih dekat dengan wanita pujaan dari maluku yang saya impikan. Semua hanya tinggal waktu agar saya dapat bertemu denganya kembali semenjak hari kelulusan saya tahun lalu. Setelah beberapa minggu setelah pengumuman, saya dihubungi oleh ayah saya dan mendapat restu karna melihat kerja keras serta tekad saya untuk berani menentang demi jalan dan takdir yang akan saya buat sendiri, itu semua tidak akan berhasil tanpa campur tangan Allah serta doa dari keluarga dan saudara saya. Itu semua tambah memotivasi dan membuat saya untuk mengejar ilmu dan wanita yang saya cari dimalang ini, akan tetap baru tujuan pertama yang baru terlaksana, sedangkan tujuan kedua yaitu wanita yang saya cari – cari sampai detik ini pun belum saya temukan. Semoga saja Allah punya rencana yang lebih baik dan indah dari rencana yang telah saya buat selama ini. Hanya inilah data diri yang bisa saya sampaikan, sebenarnya banyak tapi saya tidak tahu akan bisa memulainya dari mana, karna yang terlintas untuk sementara ini hanya ini. Jadi ini adalah data diri bertambahkan sedikit cerita dari apa yang saya rasa, karna dibalik suksesnya seorang pria pasti ada wanita dibaliknya. Sekian dan maaf jika tulisan saya sedikit error dan campur aduk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar