Rabu, 30 September 2015

Budaya di tanah Maluku


        Saya tinggal di maluku utara tepatnya di bacan Halmahera selatan, didaerah saya tinggal banyak sekali budaya, ciri khas dan kuliner yang ada disana beraneka ragam. Bayak juga hewan hewan langka seperti kupu – kupu, kumbang dan masih banyak lagi. Di daerah saya banyak destinasi wisata yang sering dikunjungi turis mancanegara, yang paling sering datang adalah turis dari jerman.
untuk masalah wisata air disana sangat banyak sekali, ada dermaga biru, dermaga merah, pantai nusara dan air terjun belanda. Disana juga masih ada tempat – tempat prasejarah salah satunya adalah Benteng Bernaveld peninggalan masa penjajahan portugis yang masih terawat sampai sekarang, meriam dan tata letak ruangnya masih terjaga dan dilindungi oleh pemerintahan setempat. Kalau kuliner yang paling populer disana adalah gohu dan popeda, kalau gohu adalah ikan mentah yang diberi bumbu – bumbu hasil racikan ibu - ibu disana. Kalau popeda itu dibuat dari sagu, pasti sudah banyak yang tahu kan apa itu sagu. Kebiasan orang timur, kalau belum makan sagu meskipun sudah makan nasi, pasti rasanya masih lapar. Ya itulah kebiasaan orang timur, porsi makanya jauh lebih banyak dari orang pada umumnya. Kalau untuk kesenian seperti tari-tarian adat, tarian yang paling terkenal di timur adalah tarian soya soya, lalayon dan cakalele. Dulu kita jarang melihat tarian tarian adat bisa dipublikasikan secara umum, tapi sekarang kebanyakan tarian tersebut sekarang sudah digunakan secara umum untuk penyambutan tamu tamu penting dan acara – acara rakyat yang sering dilakukan. Dan ada satu lagi benda yang membuat indonesia dan dunia heboh, yaitu Batu bacan yang terkenal akan harga dan keindahanya. Batu bacan sebenarnya bukan berasal dari bacan, tapi berasal dari pulau kasiruta yang jaraknya jika ditempung dengan speed boat kira – kira sekitar 1 jam lebih perjalanan. Untuk mendapatkan batu bacan itu, para penambang harus menggali hingga kedalaman 20 meteran dengan mengunakan alat bantu pernapasan hanya dengan kompresor. Memang sih sangat berbahaya, tapi ya apa boleh buat selain hasil laut, kepulauan Halmahera selatan juga mengandalkan hasil perkebunanya. Yaitu kebun pala, cengkeh, kopra dan kakao. Itu adalah hasil kebun yang lumayan banyak juga ditekuni di halmahera selatan, jadi bumi maluku memang banyak menghasilkan tempat wisata, kuliner, perkebunan, pertambangan dan cindera mata akiknya yang sangat terkenal. Saya tidak menyesal pernah tinggal disana, ciri khas orang timur memang sangat keras tapi memiliki pendirian dan kemauan yang tinggi. Contohnya perkembangan budaya, teknologi disana berkembang sangat cepat. Tidak kalah dengan kota – kota lain disanapun akses transportasi dan sarana prasarananya sudah lumayan lengkap. Disana semua harga – harga barang sangat mahal, tapi memang sesuai dengan penghasilan rata – rata disana ya sesuai lah dengan semua – muanya. Untuk saat ini hanya ini sajalah yang saya saya ingat dan ketahui, semoga dengan postingan ini kita makin mencintai kebudayaan daerah dan negara sendiri.
tarian lalayon

tarian soya-soya
benteng bernaveld portugis
tarian perang cakalele



Tidak ada komentar:

Posting Komentar